Monologue

Tinggalkan komentar

Bukan salah siapa-siapa saya menganggap hidup ini adalah sebuah lomba.
Setiap detiknya adalah lomba. Lomba untuk menjadi yang terbaik.
Ambisius.
Melelahkan memang.

Akhir-akhir ini saya sering berkata: i think i lost my magic.
kehilangan kemampuan saya untuk berbicara.
kehilangan kemampuan saya untuk menang.

And then i realized. It isn’t my magic which is lost. It’s my passion.
Kurang lebih 2 minggu ini saya berjalan, makan, minum, dan tidur tanpa tujuan.
Hanya berputar pada siklus yang sama.
Lalu saya bertanya: mau jadi apa kalau seperti ini?

The race isn’t over yet!
Kenapa memutuskan untuk istirahat dalam keadaan dan waktu seperti ini?
Pemenang pasti sedang tidak beristirahat saat ini.
Mereka pikirkan matang-matang konsep hidupnya. Dan lakukan teknisnya dengan matang juga.
They keep their passion. And that’s what makes them alive. Makes them win.


Now my passion, it’s time for you to go home!

We’re gonna win this. The race isn’t over yet.

Bagaimana jika saya ternyata terlahir menjadi orang yang biasa saja?

Tinggalkan komentar

Setiap orang memiliki peranannya masing-masing.
Ada yang terlahir untuk menjadi hebat dengan kemampuannya.
Ada juga yang terlahir untuk membawa perubahan besar bagi orang-orang sekitarnya.
Ada orang-orang yang mampu menginspirasi orang lain bahkan saat ia diam.
Ada orang-orang yang membuat orang-orang di sekitarnya menjadi ketergantungan padanya.
Ada yang pintar dalam akademiknya.
Ada yang berani mengejar mimpi-mimpinya sambil tetap mengejar akademiknya.
Ada yang berani ambil resiko untuk mengejar mimpi-mimpinya.
Ada yang berani ambil resiko untuk mengejar mimpi-mimpinya.
Ya, ada yang berani ambil resiko untuk mengejar mimpi-mimpinya.

Bagaimana jika saya ternyata terlahir untuk menjadi orang yang biasa saja?
Mudah hilang dari ingatan seseorang.
Selalu punya harapan besar, tapi tidak tahu atau mungkin tidak berani mewujudkannya.
Gagal. Gagal. Gagal.
Menyesal. Menyesal. Menyesal.
Pertanyaan ini berulang-ulang mengitari benak saya, dan tidak pernah sekalipun saya bisa menjawab.
Mungkin saya terlalu takut untuk mengakui bahwa saya ternyata adalah orang yang biasa-biasa saja.
Atau mungkin saya terlalu takut untuk ambil resiko untuk melakukan hal-hal yang luar biasa?

Semoga saya bukan orang yang biasa saja.
Semoga saya hanya takut untuk mengambil resiko.

your smiles really count, doc. :)

2 Komentar

Peristiwa ini bermula saat Reli Hartani (22), kesulitan melahirkan. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mohammad Anwar Sumenep. Begitu tiba di rumah sakit ia langsung melahirkan. Bayi prematur memiliki berat 1,6 kilogram itu diduga oleh dokter terinfeksi virus ganas. Saat keluar dari rahim sang jabang bayi terkena air ketuban yang keruh dan bau.Setelah dalam penanganan medis, Rendi pun lahir secara normal. Namun, karena berat berat badan bayi di bawah normal, akhirnya Rendi harus dirawat di inkubator.

Pada tanggal 22 Oktober, atau tepatnya hari ke-9 setelah kelahirannya, Rendi ditunggui oleh neneknya Marwah. Petaka itu pun datang, saat Marwan harus beli obat ke rumah sakit, Rendi dijaga oleh tetangga Misrawani.

“Saat itu tiba-tiba datang salah seorang perawat menyodorkan surat pernyataan kepada tetangga saya bahwa mata Rendi harus dioperasi karena terkena penyakit yang berbahaya, kalau tidak akan menjalar ke otak. Tetangga saya pun membubuhi tanda tangannya dan anak saya akhirnya dioperasi,” cerita Yudi.

Keesokan harinya, pada tanggal 23 Oktober 2009, Yudi mendapat surat dari rumah sakit, dia diminta datang. ”Tiba-tiba saya diberi bola mata anak saya dan disuruh menguburkan karena mengandung penyakit yang berbahaya. Tentu saja saya shock, karena saat lahir mata anak saya normal,” masih cerita Yudi.

Apalagi, Reli ibu Rendi seakan tak percaya bahwa bola mata anaknya telah dikeluarkan dari kelopaknya. Karena tidak terima, kemudian keluarga mendatangi rumah sakit, untuk menuntut agar mengembalikan bola mata Rendi. Namun, Yudi dan Reli malah mendapat bentak-bentakan dari petugas medis.

Keluarga menuding pihak rumah sakit melakukan kesalahan dalam menangani bayi dan mencongkel mata sang anak.

Hari ini saya di rumah, menonton TV, ganti-ganti channel, sampai akhirnya saya berhenti pada TvOne, saya tertarik pada kasus yang menjadi topik pada malam ini, malpraktik. Pemberitaan tentang dunia kedokteran Indonesia memang kebanyakan tentang malpraktik. Entah karena memang terjadi peningkatan kejadian yang signifikan tentang malpraktik atau pemberitaan di Indonesia tidak terlalu tertarik dengan prestasi para dokter, sehingga yang diberitakannya hanya sekitar malpraktik. Entahlah.

Dari semua kasus malpraktik yang diberitakan di TV, kebanyakan korban selalu berkata:

“Saya tidak dimintai izin sebelumnya, dokter langsung mengambil tindakan..”
“Dokter tidak menjelaskan apa-apa.”

Dokter, dulu dianggap dewa, kata-katanya selalu benar, dan perbuatannya selalu dianggap yang terbaik. Kini,  tuntutan pasien adalah imbalannya jika dokter melewatkan satu langkah, satu langkah penting, inform consent.

“saya akan melakukan tindakan ini,tujuannya adalah ini, jika tidak dilakukan akan mengakibatkan hal seperti ini, apakah ibu/bapak bersedia?silakan tandatangan disini bu/pak..”

“Jangankan senyum, dokternya juga judes, saya merasa tidak diperhatikan.”

your smiles really count, doc. sentuhan, telinga untuk mendengarkan keluhan pasien, dan senyuman sungguh berarti bagi pasien. kita adalah pengabdi, dan saya percaya pengabdi tidak mengenal kata lelah. luruskan niat.

Belum banyak yang saya pelajari sebagai mahasiswa tingkat II Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, yang saya punya saat ini adalah idealisme tinggi sebagai bekal saya agar tetap pada haluan yang benar di masa depan nanti.

white coat doesn’t make you a doctor, knowledge does – putri widya andini. 2009

dokter adalah pengabdi dan pendidik yang sebenar-benarnya – kodeki no.8

Semoga Allah SWT menjaga niat saya. Untuk Indonesia yang lebih baik.. :)

tentang syukur dan ikhlas :)

1 Komentar

mendapatkan apa yang tidak kau inginkan dan tetap harus bersyukur, itulah ujian yang sebenarnya. ayo kawan, jangan kalah sama diri sendiri - putri widya andini,  2010

a. “gw dapet A! :)
b. “gw dapet A sih, tapi A bawah :(
c. “ga dapet A (dengan alasan)”
d. “alhamdulillah..”
e. d dan a
f. d dan c

mungkin itu sebagian dari jawaban anak-anak FK UNPAD kalau ditanya bagaimana hasil SOOCAnya (Student Objective Oral Case Analysis – semacam ujian lisan mengenai suatu kasus yang harus dipresentasikan selama 20 menit).

menurut saya, ada dua tipe orang dalam keadaan seperti ini:
1. orang yang beranggapan bahwa nilai tinggi = sukses, nilai (sedikit) kurang tinggi = tidak sukses.
2. orang yang dapat berkata alhamdulillah apapun keadaannya dan mencari hikmah di balik semuanya.

mungkin terkadang kita lupa, bahwa ujian sebenarnya nanti adalah pasien yang akan kita hadapi, dan segala bentuk pertanggungjawabannya di dunia ataupun di akhirat. mungkin terkadang kita juga lupa bahwa di balik semua usaha kita, selalu ada kekuatan yang lebih besar yang mengaturnya, yaitu Allah SWT, dan yang terparahnya lagi, mungkin kita sering lupa untuk mengucapkan “alhamdulillah”, karena nilai “tetangga” lebih hijau.

nilai “tetangga” yang lebih hijau juga bukan sebuah alasan untuk tidak bersyukur, saya menjadikan itu sebagai motivasi untuk lebih baik lagi ke depannya.

ya, alhamdulillah..saya diberikan kesempatan untuk belajar lebih keras lagi ke depannya.

teman saya berkata “kalau usaha dan doanya udah kenceng, tapi nilainya masih kurang, berarti itu lagi diajarin ilmu ikhlas sama Allah SWT”.dan teman saya yang lain juga berkata “dimana doa usaha hati ikhlas diuji”

ya, ikhlas..ikhlas bukan berarti menerima total apa yang menimpa kita, ikhlas memberikan kita kesempatan untuk mencari makna dan maksud di balik semuanya. ikhlas memberikan kita kesempatan untuk berjuang lebih baik lagi ke depannya.

syukur dan ikhlas. tidak mudah untuk mengaplikasikannya, tapi kita selalu punya waktu dan kesempatan untuk belajar.daripada memikirkan sesuatu yang tidak kita miliki, kenapa kita tidak mencoba untuk mensyukuri apa yang kita miliki?
jadi, sudahkah kamu bersyukur?

ayo teman-teman, jangan kalah sama diri sendiri.. :)

*post ini tidak bermaksud untuk mengajarkan, saya pun masih belajar, saya tidak lebih pintar, dan saya tidak lebih beriman, mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung, no offense.. :)

mendapatkan apa yang tidak kau inginkan dan tetap harus bersyukur, itulah ujian yang sebenarnya. ayo teman2, jangan kalah sama diri sendiri.. :)

your love colours their life :)

2 Komentar

8.000 people die everyday from HIV/AIDS.
what will you do now?
let your voice be heard. it’s our world, it’s our future. :)

millennium development goals (MDGs) 2015

Tinggalkan komentar

By the year 2015, all the 191 United Nations member states have pledged to meet these goals. You can help.

Millennium Development Goals adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 dan merupakan tantangan utama dalam pembangunan dunia. Tantangan-tantangan tersebut diambil dari seluruh tindakan dan target-target yang terkandung dalam Millennium Declaration yang diadopsi oleh 189 negara dan ditandatangani oleh 147 kepala negara dan pemerintahan pada puncak Millenium Summit di New York, pada September 2000. Penandatangan deklarasi ini merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin dunia untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut pada tahun 2015.

1. End poverty and Hunger

Target 1    : Menurunkan hingga setengahnya jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan ekstrim.

Target 2    : Mengurangi jumlah penduduk yang menderita kelaparan hingga setengahnya.

Fakta         :

1.   >1 milyar penduduk dunia hidup dengan <$1 per harinya, dan 238 juta diantaranya adalah pemuda (14-25 tahun)
2.   Pada tahun 2005, 1.4 milliar penduduk negara berkembang hidup dalam kemiskinan ekstrim
3.   140juta anak-anak yang di negara berkembang memiliki berat badan di bawah normal

Untuk mencapainya, dibutuhkan peran serta masyarakat, termasuk kamu, dan pemerintah untuk memberikan mereka akses untuk makanan bernutrisi, pakaian, air bersih, rumah, pelayanan kesehatan, pendidikan, jalan dan infrastruktur untuk mendukung aktivitas ekonomi, termasuk peningkatan kesempatan kerja dan pengembangan usaha, sehingga tingkat pendapatan masyarakat miskin di Indonesia akan meningkat.

2.   Universal Education

Target       : Memastikan setiap anak dimanapun, baik laki-laki ataupun perempuan, dapat menyelesaikan pendidikan dasarnya.

Fakta         :

Terdapat 115 juta anak-anak yang tidak mengambil pendidikan dasar, 3/5nya adalah perempuan dan hampir setengah dari anak-anak yang mengambil pendidikan dasar dropped out.

Pendidikan memberikan setiap manusia pilihan dan kesempatan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi diri mereka sendiri. Maka dari itu, untuk mencapai goal ini, dibutuhkan peran serta masyarakat, termasuk kamu, dan pemerintah untuk memudahkan akses pendidikan bagi mereka yang kesulitan, mengeliminasi uang sekolah/SPP dan memastikan setiap anak untuk belajar di sekolah.

3.   Gender Equality

Target       : Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan sekolah menengah di Indonesia.

Fakta          :
1. 55% dari populasi yang tidak bersekolah adalah perempuan
2. Proporsi perempuan dalam pekerjaan non-pertanian berkisar 11% dan 33% dalam parlemen

    Walaupun kesetaraan gender sebenarnya sudah diatur dalam pasal 27 UUD 1945, tetapi tetap saja masih banyak kita temukan diskriminasi di Indonesia ini. Untuk mencapi tujuan ini, diperlukan partisipasi masyarakat, termasuk kamu, dan pemerintah untuk memberikan edukasi dan perubahan pandangan terhadap peran perempuan dalam masyarakat. Diperlukan juga implementasi dan hukum yang tegas untuk melindungi hak asasi perempuan.

    4.   Child Health

    Target       : Mengurangi hingga dua pertiga-nya , tingkat kematian anak dibawah usia 5 tahun

    Fakta         :

    1. Secara global, 10 juta anak meninggal setiap tahunnya dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah (preventable disease), yang berarti 30.000 kematian setiap harinya
    2. Setiap tahunnya, 2 juta anak meninggal sebagai akibat dari air kotor atau fasilitas sanitasi yang tidak memadai
    3. Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia merupakan yang tertinggi di antara negara ASEAN yang lain.
    4. Di Indonesia, 40 bayi meninggal sebelum mencapai 5 tahun per 1000 kelahiran
    5. 1/3 kematian bayi di Indonesia terjadi di bulan pertama dan 80%nya pada minggu pertama setelah kelahiran
    6. Penyebab kematian bayi paling utama di Indonesia adalah infeksi pernafasan akut, komplikasi kelahiran, diare

      Untuk mencapai tujuan ini, dibutuhkan peran serta masyarakat, termasuk kamu, dan pemerintah untuk memastikan imunisasi tersedia untuk semua anak di Indonesia, distribusi yang merata dari health care provider, pemberian edukasi tentang pencegahan dan deteksi dini dari preventable disease, dan memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan hak konstitusional mereka, seperti yang tercantum dalam UU no.23 tentang perlindungan anak, bahwa anak memiliki hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan keamanan social menurut kebutuhan fisik, psikis, dan social mereka.

      5.   Maternal Health

      Target       : Menurunkan hingga 3/4nya angka kematian ibu pada saat melahirkan

      Fakta         :

      1. Di dunia, setiap tahunnya, lebih dari 500.000 perempuan meninggal pada saat hamil ataupun melahirkan, yang berarti hamper 1 kematian per menit.
      2. Di Indonesia, resiko kematian ibu karena melahirkan adalh 1:65
      3. Setiap tahunnya terdapat kurang lebih 20.000 kematian karena komplikasi kehamilan dan kelahiran, adapun penyebabnya adalah eclampsia (hipertensi pada kehamilan yang menyebabkan terjadinya kejang), pendarahan, dan infeksi
      4. Pada negara berkembang, hanya sekitar ½ persalinan yang dihadiri dan dibantu oleh staff kesehatan professional

        Yang harus dilakukan agar tercapainya tujuan ini, adalah peran serta masyarakat, termasuk kamu, dan pemerintah untuk memastikan adanya distribusi yang merata dari pelayanan kesehatan, khususnya ke daerah pedesaan, memberikan atau menyediakan akses tercepat ke pelayanan kesehatan, memastikan bahwa bidan atau dokter hadir di setiap persalinan, dan juga memberikan edukasi tentang bahayanya sex di bawah umur, pengaruhnya bagi organ tubuh dan mental, dan komplikasinya nanti saat dia hamil, juga memberikan edukasi mengenai pentingnya kontrol kehamilan ke dokter. Let your voice be heard, it’s our world it’s our future.

        6.   Combat HIV/AIDS and other disease

        Target 1    : menghentikan dan mulai menurunkan kecenderungan penyebaran HIV/AIDS di Indonesia.

        Target 2    : menghentikan dan menurunkan kecenderungan penyebaran malaria dan penyakit menular lainnya di Indonesia

        Fakta         :

        1. 8.000 manusia meninggal/hari akibat AIDS
        2. Setiap menitnya, 6 manusia antara 10-25 tahun terinfeksi HIV
        3. 860.000 anak-anak di Subsahara Afrika kehilangan gurunya yang meninggal akibat AIDS
        4. Hingga maret 2007, di Indonesia terdapat 8.988 kasus AIDS, yang paling banyak diderita oleh PSK dan pelanggannya, serta pengguna narkoba suntik
        5. Lebih dari 1/3 perempuan dan 1/5 laki-laki di Indonesia, belum pernah mendengar sama sekali tentang HIV/AIDS, kalau hal seperti ini tidak dirubah, diperkirakan >1 juta masyarakat akan terinfeksi pada 2010
        6, Terdapat 18 juta kasus malaria dan 520 ribu kasus TBC di Indonesia yang sebenarnya dapat dicegah

          Yang harus dilakukan sekarang adalah peran serta masyarakat, termasuk kamu, dan pemerintah untuk memberikan informasi dan edukasi preventif agar tidak terjadinya penyebaran penyakit-penyakit tersebut. Contohnya memberikan edukasi mengenai ABCDE untuk mencegah penularan HIV/AIDS (abstinence, be faithful, use condom, don’t use drugs, education)

          7.   Environmental sustainability

          Target 1    : mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program pemerintah Indonesia, serta mengembalikan sumber daya yang hilang

          Target 2    : menurunkan hingga setengahnya proporsi masyarakat Indonesia yang tidak memiliki akses terhaadap air minum yang aman dan sanitasi dasar

          Target 3    : meningkatkan secara signifikan kehidupan masyarakat yang hidup di area kumuh

          Fakta         :

          1. 1.2 miliar manusia di dunia memiliki akses yang kurang terhadap air bersih
          2. 2 juta anak meninggal setiap tahunnya yang disebabkan karena infeksi akibat air yang kotor dan minimnya jumlah toilet
          3. Akses masyarakat Indonesia secara umum terhadap fasilitas sanitasi hanya 68%

            Kualitas air di Indonesia yang sampai ke masyarakat dan didistribusikan oleh PDAM ternyata tidak memenuhi persyaratan air minum yang aman yang dikeluarkan oleh Depkes. Hal ini disebebkan oleh menurunnya kualitas jaringan distribusi dan pereawatan yang kemudian akan menyebabkan kontaminasi.

            Yang harus dilakukan sekarang adalah peran serta masyarakat, termasuk kamu, dan  pemerintah untuk meningkatkan kesadaran tentang peran dan pentingnya lingkungan sehat melalui edukasi baik itu yang formal ataupun informal, juga diharapkan pemerintah dapat meningkatkan anggaran sanitasi dan menjadikan sanitasi sebagai salah satu prioritas utama pembangunan.

            8.   Global partnership for development

            Maksudnya adalah aksi yang harus dilakukan oleh negara maju kepada negara berkembang untuk mencapai tujuan 1-7 MDGs, jadi negara maju tidak boleh membiarkan negara lain tertinggal, karena kita memang terlahir untuk saling tolong menolong.

            Kenapa harus kamu?

            Setengah dari populasi dunia adalah pemuda dibawah 25. Tanpa kita, bagaimana dunia dapat mengakhiri kemisikinan pada 2015? Let your voice be heard, it’s our world it’s our future.

            Ikuti

            Get every new post delivered to your Inbox.